Menatapmu Dari Kejauhan
Hanspro 24 july 2011
kulihat dia tertawa
dan sudut matanya memperlihatkan kesungguhan
untuk terlihat setegar batu karang
sambil hembuskan kesejukkan perlahan
“bersandarlah padaku, kau kan kupeluk sehangat cinta..”
dia masih tersenyum….
tak perlihatkan lelah itu
menahan gumpalan mengental
yang mulai melesak nafas
namun masih tertahan
tak melewati pelupuk mata
tak terlihat oleh mereka….
“bersandarlah padaku, kau kan kupeluk sehangat cinta..”
lirih ia berkata perlahan
kenikmatan bersandar di pelukan
kehangatan dimiliki dan dibutuhkan
ketika jiwa terlingkupi
ketika kekosongan terpenuhi cintanya
dan ia mulai tersadar
semua hati menginginkannya
dan ia pun mulai menuangkan
cangkir kosong mereka dengan kehangatan
oranye teh senja hari…
dan mereka tersenyum….
mereka menikmati
“bersandarlah padaku, kau kan kupeluk sehangat cinta..”
dan mereka mengenalmu
mengingat wangi tubuhmu
yang terbawa angin ketika kau berlalu
bahkan sosokmu yang terlihat di kejauhan
berjalan ke arah mereka dengan senyum terkulum
“bersandarlah padaku, kau kan kupeluk sehangat cinta..”
ia tak berharap sebuah pujian
tak menanti tatapan penuh ketulusan
ia menafikan semua harapan pada manusia
ia hanya memberi, ia adalah mengisi
ia menuangkan cinta setiap hari
ia tanamkan kasih di setiap sanubari
tanpa keinginan untuk menuainya
“bersandarlah padaku …… kau kan kupeluk sehangat cinta..”
Hanspro 24 july 2011
kulihat dia tertawa
dan sudut matanya memperlihatkan kesungguhan
untuk terlihat setegar batu karang
sambil hembuskan kesejukkan perlahan
“bersandarlah padaku, kau kan kupeluk sehangat cinta..”
dia masih tersenyum….
tak perlihatkan lelah itu
menahan gumpalan mengental
yang mulai melesak nafas
namun masih tertahan
tak melewati pelupuk mata
tak terlihat oleh mereka….
“bersandarlah padaku, kau kan kupeluk sehangat cinta..”
lirih ia berkata perlahan
kenikmatan bersandar di pelukan
kehangatan dimiliki dan dibutuhkan
ketika jiwa terlingkupi
ketika kekosongan terpenuhi cintanya
dan ia mulai tersadar
semua hati menginginkannya
dan ia pun mulai menuangkan
cangkir kosong mereka dengan kehangatan
oranye teh senja hari…
dan mereka tersenyum….
mereka menikmati
“bersandarlah padaku, kau kan kupeluk sehangat cinta..”
dan mereka mengenalmu
mengingat wangi tubuhmu
yang terbawa angin ketika kau berlalu
bahkan sosokmu yang terlihat di kejauhan
berjalan ke arah mereka dengan senyum terkulum
“bersandarlah padaku, kau kan kupeluk sehangat cinta..”
ia tak berharap sebuah pujian
tak menanti tatapan penuh ketulusan
ia menafikan semua harapan pada manusia
ia hanya memberi, ia adalah mengisi
ia menuangkan cinta setiap hari
ia tanamkan kasih di setiap sanubari
tanpa keinginan untuk menuainya
“bersandarlah padaku …… kau kan kupeluk sehangat cinta..”



No comments:
Post a Comment